and it's like

actually I hate being labile. you don't know what you want and even worse you don't know what you need. you feel like you're at the very bottom of your life. sigh..
Hey , hallo ! How's your life ? Mine is okay and I've got a new thing to share. Now I'm officially "anak kosan" heheheh. Setelah meninjau beberapa minggu, akhirnya minggu kemarin saya putuskan untuk nge-kos. Rutinitas saya sekarang jadi berubah, biasanya setelah pulang sekolah nunggu angkot, panas-panasan, tapi sekarang ga perlu nunggu angkot ngetem lagi langsung pulang ke kosan yang letaknya belakang sekolah. Wiihiiii.
Seru juga loh, bisa belajar bareng, ngobrol sampe malem, ngantri mandi, nonton tv bareng. How cool ! Tapi awal-awal masih homesick gitu sih, kangen rumah, kangen mamah hwehehehhe. Anyway I have to study hard to get what I want. Karena udah di bolehin nge-kos kensekuensi harus lebih rajin belajar. Wish me so much luck !
If you don't get into any group, you're dead
Do that quote really exist ? For me, it's a yes. Not that dead of course. What I've learnt in high school is "kalo lo ga supel-supel bgt mending cari beberapa teman dekat, atau lo ikut ekskul/subsie apa ke gitu trus lo deket sama orang-orangnya."
But me, I think I don't belong to any kind of group though I have some close friends. I talk to everyone from the (un)cool (?) to the coolest (?). Be friend with everybody that's what my mom says. 
Ada beberapa keuntungan dengan tidak menjadi salah satu grup dan berteman dengan semua orang. Dan kebetulan saya mengalami itu. Jadi, pada saat itu saya bingung untuk pergi ke tempat les. Tiba-tiba salah satu dari teman saya datang, mengajak untuk pergi bareng, ingat saya tidak meminta tp ditawarkan. Bisa dibilang dia bukan 'seseorang' di sekolah, bukan kumpulan wanita cantik, bukan pengurus osis, juga bukan pengurus ekskul. Di mobilnya dia bercerita ini itu, dia bingung mau kuliah apa lalu saya kasih saran ini.
Disamping untung, ada ruginya juga sih. Baru kemarin saya mengalaminya. Ketika orang-orang dengan grup nya masing-masing. Saya malah sendirian di kantin. Makan sendirian, sibuk dengan handphone saya. Thx god, there's technology.
Ah, kenapa pertemanan harus selalu berkotak-kotak ? Bermain harus selalu sm yg itu-itu saja. Bisa tidak sih kotak-kotak tersebut menjadi lingkaran ? Mungkin itu memang siklus kehidupan.
Sorry for the subjective opinion, but that's what I've seen in my high school for about 2.5 years. No offense.