Ramadhan dan Tradisi Mudik

Hari-hari terakhir ramadhan kurang berjalan lancar. Mungkin karena saya sendiri tidak bisa menahan emosi. Atau saya memang lagi labil. Saya sempat merasa males bgt dengan orang-orang sekitar saya, bawaannya marah-marah. Inginnya bisa menyalahkan orang, tapi siapa yang mau saya salahkan ? tak ada.

Saya bertanya dengan teman lama saya, well she felt the same too. Ternyata ga hanya saya sendiri yang merasakan hal seperti itu.

Saya merasa puasa kali ini kurang "greget". Kalau bisa ngulang saya mau-mau saja. Karena saya sendiri tidak benar-benar memanfaatkan momen ramadhan ini. Nyesel sih apalagi sekarang hari terakhir. hfffhhh.... smoga aja saya bisa ketemu ramadhan tahun depan

Walaupun hari terakhir saya senang, setidaknya hari ini saya akan mudik. Rutinitas tahunan. Tahun ini agak berbeda, saya mudik pakai kereta biasanya sih pakai mobil. Agak takut juga soalnya ada berita kereta anjlok jurusan Jakarta-Surabaya. Sempet bikin geger keluarga, tapi mau diapakan ? Tiket sudah ditangan, bisa dibilang sayang duit kalo tidak dipakai.

Sebelum buat posting ini saya sempet baca blog teman satu angkatan. Lucu juga, dia bnge-post tentang transportasi. Dia bandingkan transportasi di Jakarta dengan transportasi negara lain hasilnya :

"Dan faktanya Jakarta adalah kota dengan penduduk lebih dari 8 Juta jiwa yang PALING tertingal dalam sistem pertransportasian se kota-kota Asia lainnya. Nggak percaya??? coba liat Tokyo(ya iyalaaah), Beijing, Shanghai, Hongkong, Seoul, Singapore, Bangkok, bahkan MANILA!!!

yahh seenggaknya kita masih menang dari Ho Chi Minh City, Phnom Penh, sama Dili, hihihi:P"

(http://songko25492.blogspot.com/)

Ya semoga aja transportasi Indonesia bisa lebih baik. Tentunya untuk urusan mudik kali ini. Jadi saya dan keluarga tak usah repot khawatir dengan kereta yang akan saya tumpangi

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Having Academic Writing Course at LBI UI

Big Bad Wolf Jakarta (a review from a not-so-happy visitor)

Life in Leeds