dan secangkir cappucino

Karena rangkaian kata "mengapa" yg cukup panjang akan membawa kita kembali
pada konsep-konsep mendasar tentang alam semesta

Mengapa ada terang ?

Mengapa ada gelap ?

Hanya ada satu jawaban untuk satu pertanyaan


Sekilas kutipan dari salah satu buku filsafat yang saya baca kemarin. Dan untuk pertama kalinya saya membaca buku seperti itu. Tepatnya bukan membaca juga sih, tetapi menumpang baca di salah satu toko buku terkenal. Ketika sedang mencari buku untuk bahan bacaan, saya tertarik buku yang satu ini. Bosan dengan novel yang isinya cinta-cintaan yang ujung-ujungnya si tokoh utama selalu happy ending, kecuali sang
penulis dengan tega mebuat tokoh utamanya hidup melarat.

Back to the topic, tertarik dengan judulnya yang sangat hmmm..... ekstrem, vulgar,atau apalah namanya. "Apakah Tuhan dapat Dipercaya ?" begitulah kira-kira judulnya, saya agak-agak lupa. Judulnya saja sudah seperti itu apalagi isinya ? Baru membaca halaman bagian depan ternyata isinya agak mirip dengan judulnya, mengisahkan arti Tuhan dari sisi tiap agama yang berbeda khususnya agama monoteisme. Semakin tertarik dengan isinya, saya larut dengan buku tersebut (untungnya tidak disegel.Ternyata di halaman tengah, tidak terlalu membahas Tuhan, tetapi cakupan nya lebih luas lagi, tentang dunia, tentang alam semesta dan membuat saya menjadi berpikir dengan dunia sekitar.
Saya lupa persis detailnya, habis bacanya melongkap-longkap ga enak dengan pegawai toko buku tersebut. Karena dia mondar-mandir di koridor tempat saya membaca, mungkin karena saya dengan seenak udelnya membaca tanpa membeli. Atau karena dia menganggap saya aneh, atau ehem atheis karena saya membaca bacaan seperti itu

Bukan, bukan saya bukan atheis (ya Allah jauhkanlah saya dari sifat
seperti itu amin) atau seorang fanatik agama tertentu. Saya membaca buku tersebut karena kata-katanya bagus dan pemikiran sang penulis
membuat saya larut dalam pikirannya.

Tadi saya menceritakan kepada salah satu teman saya

T : M, masa kemaren gue baca buku filsafat gitu
M : Iya ? wah trus trus (dengan muka penasaran)
T : Ya gitu
M : Gue seneng deh ngobrol sama lo, pasti ada aja hal-hal kaya gitu
T : Hahahah dasar lo! Tapi iya juga ya, kayaknya gue agak2 aneh ahha
M : Trus gimana bukunya
T : (menceritakan sebagian kecil yg sudah dibaca)
M : Jadi pengen ikutan baca.. Hmmm tapi hati-hati loh
T : Iya gue ngerti, gue juga tau. (maksudnya memudarkan kepercayaan akan tuhan)
M : Ga apa-apa si sebenarnya baca kaya gitu buat pengetahuan
T : Iya gue jadi pengen beli, soalnya kata-katanya ga berat.Tapi takut dibilang aneh kalau beli
buku kaya gitu hahah
M : Ya lo beli, ntar gue pinjem

dan skarang sambil menikmati roti dan secangkir cappucino seharga lima ribu saja yang baru saja dibeli dari warung saya berpikir ingin membeli buku tersebut, tapi hmmm... mungkin nanti kalau pikiran saya sudah siap menerimanya

Related Articles

8 comments:

  1. oh i know that personality of yours :--D

    ReplyDelete
  2. kalo ada duit mungkin beli ahhaha dan semoga tidak dicap aneh sama si penjaga toko buku

    ReplyDelete
  3. yup.. gw punya temen anak filsafat ugm.. dia bilang ada pelajaran kayak gitu tuh.. nih url dia: blog.casseybunn.com

    ReplyDelete

Powered by Blogger.