jadi caleg tuh susah !

jadi caleg tuh susah !

dilema memang, di satu sisi ingin kekuasaan tapi dilain pihak tak punya dana. beberapa menit lalu, seperti biasa gue baca kompas. biasanya berita yang gue baca yang menurut gue menarik aja, dan salah satunya yang menarik perhatian gue adalah dana kampanye caleg.

dalam artikel tersebut diberitakan ada salah satu caleg yang sampai menunggak pembayaran uang untuk cetak kalendar, stiker, spanduk. kasian ya, tapi kok udah tau dana yang dibutuhkan besar tapi masih ngotot mau jadi caleg.

berikut ini artikel2 yang gue ambil dari kompas.com

"Caleg dari Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) Budiman Sudjatmiko lain lagi. Dia mengaku telah menunggak biaya sekolah anaknya yang masih duduk di kursi playgroup selama dua bulan. Walaupun tidak menyebut angka secara gamblang, dia mengatakan membutuhkan dana publik sekitar Rp 100 juta."

(gilaaaaaaaaaaaaaaa ya anak sendiri dikorbanin, gmn ntar rakyatnya woy!!)

"Sementara itu, caleg dari Partai Demokrat (PD) Nova Riyanti Yusuf (caleg favorit Thito) mengaku telah mengeluarkan uang sekitar Rp 100 juta. "Saya lebih banyak mengeluarkan uang untuk dialog-dialog. Modal saya tidak banyak," ujarnya tanpa menyebutkan angka pastinya."

(kalo kepilih harus balik modal ya mba ?)


(ini namanya kreatif, narik perhatian sekaligus dapet dana dari buka salon haha)

”Ayo kita berhenti menjadi masyarakat yang oon. Kampanye bukan untuk bagi-bagi duit atau sembako. Jangan mau nasib kita selama lima tahun diganti dengan 2 kilogram beras,” kata Rieke Diah Pitaloka saat berkampanye"

sampai kapan polemik caleg berakhir ? sampai nanti..

Comments

  1. Teman kita seorang caleg. Kita harus mendukungnya! (Sarkasme)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Having Academic Writing Course at LBI UI

Big Bad Wolf Jakarta (a review from a not-so-happy visitor)

Life in Leeds