Diam

Bibirku bergetar, mengeluarkan cacian
Kau tetap diam
Kau mau kata-kata apa ? Brengsek !
Tetap diam
Tak berkutik
Acuh
Ku coba pelankan suaraku
Malah cukup santun dan manis kata-kata yang ku ucapkan
Mereka sebut kau Tuhan
Tetap saja kau diam

Maaf Tuhan, kalau kali ini aku terlalu sarkastik..


My biology teacher said that this poem was...... extreme. I think it doesn't. The idea flashingly came into my mind and then I wrote it

Related Articles

1 comment:

Powered by Blogger.