Yang Terukur Dan Yang Tak Terlihat

"Kita mengukur hal yang paling mudah diukur, 
bukan apa yang benar-benar penting ."


Kalimat tersebut merupakan kutipan yang berasal dari buku yang sedang saya baca sekarang, The Geography of Bliss. Oh ya by the way I quite recommend you to read this book. Ya walaupun awal-awal sedikit membosankan karena terlalu banyak filosofis dan agaknya berbau filsafat, namun jika terus membaca, penulis seakan-akan mengajak pembacanya berkeliling dunia melihat budaya yang berbeda-beda.

Okay, enough with the platitude. Agaknya kalimat tersebut memang benar terjadi. Sebagai contoh, kita terpaku mengukur jumlah siswa daripada memerhatikan isi dan kualitas pendidikan. Atau kalau yang saya tangkap, kita hanya fokus pada apa yang kita bisa lihat. Seperti wawancara saya dengan pendiri salah satu komunitas sosial di Bandung, beliau merupakan konseptor dari salah satu cawakot Bandung. Katanya sih males jadi tim hore, yang penting konsepnya bagus dan lancar. Dan kata beliau lagi, membantu ga perlu kelihatan.

Ah sayangnya hal-hal yang tidak kelihatan dan tidak terukur itu masih di pandang sebelah mata. Kita hanya fokus apa yang kita bisa lihat, tanpa mengetahui dan memahami lebih lanjut maksud dibaliknya.

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.