What to Expect When You Apply Scholarship

I know it sounds SUPER cheesy to say this..I want to write about how to get a scholarship. Well, basically not a how-to kinda thing but more about sharing my experience and what I’ve just observed these days. 
So, if you want to continue your study and you need scholarship I think you should read this :p




Setelah menerima banyak pertanyaan dari teman-teman mengenai beasiswa yang saya dapat sekarang ini, saya melihat bahwa beasiswa tersebut menjadi primadona. Tapi sebagai bekas scholarship hunter, saya sarankan jangan fokus ke satu beasiswa saja. Kenapa ? 

Mendapatkan beasiswa itu seperti mencari  jarum dalam jerami

Pernah suatu ketika saya menyarankan kepada seseorang untuk mencoba mendaftar beasiswa negara Kanguru, sayangnya tidak direspon dengan baik. Yang saya tangkap dia tidak tertarik dengan negara Kanguru, karena tidak bisa melakukan banyak travelling seperti kalau di Eropa yang bisa melakukan euro trip. Sebenarnya sah-sah saja pemikiran tersebut.

Tapi,

Perlu diingat mendapatkan beasiswa itu tidak mudah, kalian harus bersaing dengan ribuan orang yang kualitasnya sangat jauh diatas kalian. Ada beberapa orang yang sekali mendaftar langsung berhasil namun lebih banyak yang harus mencoba berkali-kali. Oleh karena itu jangan menggantungkan nasib hanya di satu opsi saja. Sebaiknya buatlah rencana dan timeline kedepannya. Rencana tersebut berisikan prioritas utama negara/univ tujuan studi dan prioritas kedua, ketiga, dll. Kemudian pikirkan pula kemungkinan terburuk apabila prioritas utama tidak tercapai, apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Saya sendiri membuat beberapa opsi berdasarkan negara tujuan studi dan ketersediaan beasiswa di negara tersebut. Pilihan saya jatuh kepada Belanda, Inggris, Swedia, Australia (saat itu menjadi prioritas utama), dan Amerika (kalau yang ini prioritas terakhir). Kemudian saya melakukan riset mengenai jenis beasiswa yang ada dan universitasnya. Saya telusuri kualitas universitasnya, cara mendaftar, dan mata kuliah yang ditawarkan (ini paling penting!). 

Berdasarkan pengalaman kemarin, prioritas utama saya yakni mendapatkan beasiswa Australia Awards Scholarship gagal, tetapi lolos beasiswa yang sekarang ini saya terima. Sebalikya teman saya tidak lolos LPDP tetapi mendapatkan beasiswa universitas dimana dia kuliah sekarang. Jadi, cobalah untuk membuat beberapa plan sehingga ketika plan tersebut gagal, masih ada plan selanjutya :)

Pengalaman mendaftar ke beberapa beasiswapun juga mengajarkan saya hal-hal lainnya seperti;

Melatih untuk menulis essay
Karena mendaftar ke beberapa tempat, saya menjadi lebih terlatih untuk menulis essay. Saya mulai terbiasa menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam Bahasa inggris dan dituangkan kedalam essay. Selain itu saya juga menemukan pola menulis yang baik sehingga menjadikan essay tersebut setidaknya memiliki alur yang jelas. Saking niatnya, saya pun memfotokopi buku “how to write a personal statement” 

Ohya untuk membantu kalian membuat essay, bisa klik INI. Atau kalian bisa buka website UCAS untuk penjelasan lebih detailnya.

Mempunyai persiapan yang lebih matang dalam mendaftar
Belajar dari kegagalan pertama, saya menjadi belajar untuk TIDAK deadliner dan berusaha untuk mempersiapkan dari jauh-jauh hari. Dokumen yang diperlukan sudah saya siapkan dari sebulan sebelum deadline pendaftaran. Kemudian pembuatan essay pun menjadi tidak terburu-buru sehingga dapat fokus menuangkan ide/pemikiran.

Menjadi lebih dekat dengan Sang Pencipta
Selama proses mendaftar kemarin, saya menjadi lebih ikhtiar. Artinya menyerahkan semuanya kepadaNya dan tetap berusaha tentunya. 

Terlepas dari hal-hal yang sudah saya jelaskan diatas, ada hal yang lebih krusial yakni niat dan tujuan untuk melanjutkan studi dan mendapatkan beasiswa. Saya jadi teringat ucapan Fahd Pahdepie ketika persiapan keberangkatan kemarin, “Kenapa harus ambil S2 lagi?” 

Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang istiqomah ya :) #edisireligius

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.