Kerja, Kerja, Kerja


Ada pengalaman unik saat melakukan interview kemarin. Salah satu dari dua orang pewawancara bertanya tentang tugas akhir saya.

P : (sambil membaca cv saya) tugas akhir kamu itu tentang....
S : tentang rute sepeda 

Sesaat setelah mendengar jawaban saya, raut wajah pewawancarapun berubah seperti ingin tertawa tapi ditahan. Kedua pewawancara saling pandang dengan ekspresi spontan yang sama. Ekspresi tersebut seakan mengatakan

"what? rute sepeda?"
"ngapain bahas gituan buat skripsi?"
"emang ada gunanya?"

Kemudian sang pewawancara bertanya kembali, "Nanti tesisnya mau tentang apa?" dengan mantap saya menjawab bahwa saya akan melakukan penelitian tentang ojek daring yang sekarang lagi ngetren. Tanpa berkomentar, ekspresi yang sama seperti pertanyaan sebelumnyapun keluar dari pewawancara.

Mungkin terbilang aneh, tapi saya memang sempat terpikir untuk mengambil tema tersebut. Saya mau melihat perubahan pola travel behavior dari pengguna jasa tersebut, walaupun sebenarnya belum yakin juga sih. Ada beberapa topik lain yang sepertinya lebih menarik untuk dibahas.

Diakhir wawancara sayapun sempat merasa terintimidasi dengan dua pertanyaan tersebut. Tapi mungkin mereka tidak tahu bahwa sesungguhnya;

- At least, skripsi saya tidak menjadi onggokan kumpulan kertas berdebu di perpustakaan. Data dari skripsi rute sepeda tersebut dijadikan data rujukan untuk pengembangan stasiun bike sharing yang sedang dilakukan oleh pemkot Bandung dan salah satu komunitas sepeda di Bandung. Sayapun sempat terlibat dalam timnya walaupun hanya sebentar (cuma ngejelasin datanya haha tapi lumayan lah)

- Mahasiswa dari jurusan desain mengontak saya dan menanyakan kelanjutan dari penelitian tersebut. Dia mau menggunakan data saya untuk keperluan skripsinya. Katanya mau ngedesain stasiun sepeda dari data tersebut. (terharu ternyata ada sedikit manfaat dari pembuatan skripsi yang bikin nangis darah)

- Bahkan kota New Yorkpun sudah memiliki penelitian mengenai dampak Uber (sama lah ya konsepnya kaya ojek daring). Hasilnya ? Adanya Uber memiliki potensi menambah polusi dan merusak lingkungan. Jadi, penelitian mengenai ojek daring ga salah kan ?

Tapi apakah saya harus menjelaskan hal itu semua ? Rasanya tidak. Adakalanya hal seperti ini tidak perlu dijawab dengan panjang lebar dan tidak perlu juga dijadikan alasan untuk rendah diri. Kalau kata Jokowi sih, kerja, kerja, kerja. Only action can prove that you're worth it.

Comments

Popular posts from this blog

Having Academic Writing Course at LBI UI

Big Bad Wolf Jakarta (a review from a not-so-happy visitor)

Life in Leeds